G A R G O Y L E T R A C K S

MUSIC   ETC   

January 22, 2013 at 8:25am
4 notes

Seperti banyak orang yang tidak tumbuh pada era tertentu, gue lebih mengagumi Louis Armstrong daripada menggilai musiknya. Tapi di cukup banyak rilisan resmi dia, gue selalu menemukan sebuah emas di antara tumpukan perak yang berserakkan dengan ramahnya. “Hello Dolly!” setahu gue ada nomor standard yang banyak dimainkan oleh orang-orang seangkatan Louis, dan gue tidak bisa bilang bahwa gue benar-benar terilhami apapun dari lagu ini - Tapi cukup banyak lagu-lagu lain di album ini yang lebih meletakkan kaki benarnya di hati gue, khususnya “Someday” dan “Blueberry Hill”. Album ini tampil lagi di hadapan gue belakangan dalam rangka merayakan akhir tahun; sesuatu tentang Louis yang sesuai dengan aura liburan

September 16, 2012 at 5:36am
1 note

Pram - Helium CD

Pram adalah satu dari sekian band yang cukup gue telaah dalam level irasional pada periode pertengahan 1990-an setelah majalah Guitar World menulis artikel yang cukup komprehensif mengenai musik yang - bahkan pada era awal tersebut - dicap dengan tidak ramah sebagai “post rock”. Butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan bahkan percikan kecil dari diskografi lengkap band-band yang ditulis di artikel tersebut (Sabalon Glitz, Long Fin Killie, Pram, Laika, The Sea and Cake, dll), tapi akhirnya gue berhasil mendapatkan mayoritas dari koleksi tersebut. Album Pram ini memulai romansa gue dengan nuansa glitchy elektronika yang banyak meramu hentakkan-hentakkan bunyian yang perkusif namun melodius pada saat yang sama. Banyak instrumentasi yang terdengar seperti alat musik anak-anak yang sedikit rusak dalam keseimbangannya mengatur nada-nada utama dan juga bunyi-bunyi yang lebih eksperimental. Nuansa yang sedikit hiperaktif (tempo yang sengaja terdengar terburu) membuat pengalaman mendengarkan album ini cukup melelahkan secara keseluruhan. Tapi bagi mereka yang ingin lebih mempelajari mengapa istilah “post rock” pernah memiliki arti nyata (post=setelah) dan bukan gitar-gitar pelan menuju kencang a’la Explosions Sigur blabla atau siapa-lah, album ini dapat menunjukan arti setelah yang benar tanpa mengandalkan ekspetasi dan formula musikal yang klise.

July 6, 2012 at 9:32am
0 notes

Toscanini - Wagner 12”

Salah satu intrepetasi karya Wagner yang belum begitu gue dalami sejak gue diturunkan plat ini oleh bokap. Yang pasti, kover album ini sempat menjadi salah satu referensi untuk kover album Manimal (yang akhirnya tidak digunakan). Kontras antara merah, putih, dan hitam-nya sangat kuat. Mungkin untuk album ke-4 nanti

June 19, 2012 at 11:27am
0 notes

Scud Mountain Boys - Pine Box & Dance The Night Away double Compact Disc

Salah satu pembelian masa SMP/SMA yang paling berharga, meskipun satu CD (Pine Box) sudah cukup tergores-gores karena sering diterlantarkan di mobil. Ini adalah koleksi double CD yang menggabungkan dua rilisan beda dari Scud Mountain Boys. Dari old country, bluegrass, dan folk, Scud Mountain Boys memainkannya dengan alami dan tanpa pretensi akan apa yang keren/ tidak. Ini jauh sebelum musik sejenis mulai digemari oleh penggemar indie rock pada umumnya, dan bisa dibilang keputusan Sub Pop untuk merilis album ketiga dan terakhir mereka, “Massachusetts” adalah sesuatu yang sangat berani pada masa-nya (pertengahan 90an). 

June 11, 2012 at 1:32pm
0 notes

Richard Wagner - Die Meistersinger von Nurberg 12”

Kondisi vinyl yang menggapai kebapukkan tidak memungkiri bahwa ini adalah sebuah karya R. Wagner yang lebih dari bergejolak. Dioper dari koleksi bokap yang adalah penggemar berat Wagner/ Classical aficionado. Kalau bisa dapat RIP FLAC-nya, sangat patut anda dengar

June 7, 2012 at 12:19pm
0 notes

Eugene Ormandy and The Philadelphia Orchestra , Magic Fire Music, Wagner Favorites For Orchestra 12”

Salah satu koleksi yang paling berharga. Wagner bukan komposer favorit gue (that would be Rachmaninoff) tapi Eugene Ormandy dan Orkestra Philadelphia mengeksekusi ini dengan kemegahan yang tertahta dengan kehalusan yang tak tertandingi. Plus, titel seperti “Magic Fire Music” tidak memiliki kapabilitas untuk mengecewakan

1:46am
1 note

Richard Rogers - Victory At Sea 12”

Soundtrack untuk sebuah seri dokumenter mengenai perang dunia II yang ditayangkan di Amerika via NBC pada awal 1950-an. Bisa dibilang vinyl ini adalah salah satu album yang paling mempengruhi suara-suara di album ke-4 Sajama Cut yang sedang direkam. Nuansa mars yang megah tapi tidak berlebihan, dengan sedikit melankolisme, mengikat emosi yang cukup memecah; sedih dan senang pada saat yang sama

June 4, 2012 at 12:51pm
1 note

American Airlines Presents Music At Dawn 12”

Salah satu vinyl yang - harus gue akui - tampak patut dibeli karena hanya kover dan konsep yang menjanjikan. Secara musikal: “meh” kalau kata warga internet. Tapi membeli album dan mengeluarkan uang simpanan tipis terakhir karena efek hipnotis kover dan konsep yang menjanjikan = sesuatu konsep yang hilang/ lost art. Sekarang ini lagu maut & harga murah & hal baik lainnya masih harus melawan godaan file musikal digital tipis dengan harga cuma-cuma

12:25pm
0 notes

Hugo Winterhalter - I Only Have Eyes For You 12”

Salah satu koleksi yang banyak menginspirasi - mungkin secara subtle - karakter projek musikal seperti di album terakhir SC, RCS, dan pada khususnya Strange Mountain. Seperti liner notes dibelakangnya menyatakan: album ini (dan Winterhalter pada umumnya), sedikit sentimentil. Tapi nuansanya sama sekali tdk terdengar cengeng. Melankolis mungkin - tapi tidak cengeng. Yang dikoleksi adalah print awal dan bukan repressing - fakta yang cukup menyenangkan hati gue.

June 1, 2012 at 12:54pm
0 notes

The Sandpipers - Guantanamera 12”

Salah satu rekaman pertama yang teringat mengiang di kepala untuk waktu yang cukup lama. Kepopuleran dari lagu ini berakhir dengan imagi bahwa karya ini adalah sebuah novelty. Disayangkan tapi…yah, apa yang bisa dilakukan. The Sandpipers adalah sebuah grup folk/pop yang cukup populer pada era 60-an, meskipun, entah mengapa, mereka tidak pernah benar-benar mencapai titik penghargaan - juga di Indonesia. Katalog yang ada di dalamnya juga menjadi salah satu teman bacaan selama berbulan-bulan di akhir (pertengahan?) era 90-an gw.